Kamis, 22 Agustus 2013

Serdadu



“Kau ingin tahu bagaimana cara serdadu bekerja?, bagaimana serdadu mengambil manusia, mereka mengambil manusia lalu menanamkan sesuatu yang baru kedalam hati mereka, dan lahirlah sesuatu yang baru didalam hati mereka, sesuatu yang memegang kewajiban, kedisplinan, dan kepatuhan yang menjadikan mereka merasa boleh untuk membunuh, bukan hanya boleh bahkan menjadi tujuan, sejak saat itulah mereka bukan manusia lagi”.
                                                                                                -Dari percakapan film Dead Mine-
Mendengar singkat, langsung saya tulis, entah benar apa tidak, tapi intinya saya rekam dalam otak saya, ketika mendengar percakapan itu, saya langsung teringat apa yang terjadi di Mesir, Suriah, Palestina, DLL.
Apakah hal seperti itu terjadi kepada para serdadu Mesir, Suriah, Amerika, dan para serdadu Negara pembantai rakyat sendiri lainnya? Mungkin iya.
Bangsat adalah kata yang pantas untuk kalian.

Rabu, 14 Agustus 2013

Sadari teman-teman (khususnya untuk saya)



“Umat muslim itu bagaikan satu tubuh, ketika salah satu bagian tubuh itu sakit, maka semua akan merasakan sakitnya”
Itu adalah satu kalimat yang terlintas di kepala saya ketika melihat apa yang terjadi di Mesir.
2200 Syahid dan puluhan ribu pendukung mursi luka-luka (ISLAMPOS.COM)
Malam kamis ini, saya catat, saya belum pantas disebut seorang islam idealis, tapi hati saya sangat gusar melihat pemberitaan internasional, ribuan kaum muslim dibantai tanpa rasa ampun sedikit pun di Mesir sana, militer Mesir yang diberi dukungan penjajah Amerika membabi buta, menembaki orang-orang tak bersenjata, ditegaskan sekali lagi, yang ditembak adalah orang-orang tidak bersenjata.
Adilkah?
Yang lebih membuat hati gusar adalah, ketika melihat ke diri saya sendiri, sedih, tidak bisa berbuat apa-apa, masih sering down akibat masalah kecil, masih memikirkan diri sendiri, masih sangat tidak pandai dalam hal bersyukur, dosa?, tidak usah dihitungpun mungkin menumpuk, rasa peduli pada saudara di Mesir pun tidak akan ada jika tidak kebetulan membuka Facebook berita yang dikelola ayah saya,  miris, padahal saya adalah pemuda muslim yang seharusnya peduli kepada saudara disana, yang seharusnya ikut berjuang bagaimanapun caranya, sekecil apapun perjuangannya.
Tapi sekarang?, cih tidak bisa berbuat apa-apa.
Lalu, melihat teman-teman di jejaring sosial, mungkin jika dihitung, 98% adalah pemuda, 99% adalah muslim, tapi seberapa banyak yang peduli? Mungkin hanya sekitar 4% hingga 5% yang peduli, teman-teman muslim saya malah disibukkan dengan pertandingan bola Indonesia, membantu membuat trending topik tentang betapa lucu komentatornya saat bilang “Ahay”, sebagian lagi ada yang sedang terpesona dan memuja-muja Boyband atau Girlband idolanya, adapula yang digalaukan oleh cinta semu yang mereka perjuangkan.
Tanpa sadar bahwa, mereka MUSLIM, dan mereka mempunyai saudara MUSLIM di banyak Negara lain, termasuk di Mesir,
MIRIS bukan?
Mungkin banyak orang yang akan menilai tulisan saya ini aneh, sok alim, memang saya belum menjadi muslim yang sebenarnya bahkan jauh dari kata muslim sebenarnya, biarlah, ini salahsatu upaya saya untuk peduli dan berjuang, meski kecil.
Teman-teman, tolong sadari, tolong, tolong dan tolong, ada yang membutuhkan doa dan perjuangan kita sebagai pemuda muslim, sadarlah, bahwa semua umat muslim itu bersaudara, berdoalah dan berjuanglah, belajar untuk jangan terlena dengan hal-hal yang sebenarnya tidak penting, jangan seperti saya yang banyak terlena, PRAY FOR EGYPT!!!. [Atsumichi_453]

http://www.washingtonpost.com/blogs/worldviews/wp/2013/08/14/haunting-photos-from-egypt-of-a-veiled-woman-trying-to-stop-a-bulldozer/

http://hizbut-tahrir.or.id/2013/08/14/foto-foto-kekejaman-militer-mesir-dukungan-amerika-serikat/
http://english.alarabiya.net/en/News/middle-east/2013/08/14/Egypt-police-begin-operation-to-disperse-Cairo-pro-Mursi-camps-.html

Senin, 05 Agustus 2013

Rasa terima kasih dan maaf :)





Bismillah
Well, kembali dengan saya, yang setelah sekian lama berhenti dari dunia tulis menulis, gak berhenti sih, tapi tidak mempublikasikan tulisan saya dulu (Alibi), membuka blog, viewers nambah, tapi dapat diyakini yang mampir ke blog ini, paling lama 2 detik atau 5 detik lah, karena usang, kasihan.

Selasa, 25 Juni 2013

Alay Ber- DSLR??

Fenomena labelling "Alay ber-DSLR" atau "Kebablasan dalam men-DSLRkan diri", menurut saya ini merupakan sesuatu anggapan yang harus diluruskan, Labelling orang-orang yang membawa kamera DSLR dengan sebutan "Alay ber-DSLR" cukup membuat malu dan membatasi kreativitas para photographer pemula, atau orang-orang yang ingin belajar fotografi lebih dalam, alangkah repotnya kita para pemula yang seperti saya ketika hunting harus malu atau takut di cemooh sperti itu, tidak semua orang yang mengantung DSLR di lehernya adalah orang-orang yang hanya ingin bergaya, tidak semua orang-orang yang hanya mempunyai DSLR dengan Lensa kit adalah orang "Alay ber DSLR", kasihan para pemula sepeti saya yang ingin berkreativitas lebih di cemooh, ataupun terkena labelling seperti itu, sebenarnya apabila ingin melihat dia fotografer atau bukan lihatlah KARYANYA bukan penampilannya, jadi bagi para pemula atau yang ingin belajar fotografi baru-baru ini teruslah berkreativitas, jangan pedulikan cemoohan tersebut, terus berkarya dan belajar :), walaupun lensa standar atau apapun buktikan kalau kita bisa berkarya, jadikan fotografi hidup mu bukan gaya mu
Satu catatan bagi para pemula yang ingin mempelajari fotografi pelajari dulu etika fotografi juga, tapi jangan membuat kalian terbatas dalam kreativitas kalian
hanya opini menurut saya terimakasih :) (Atsumichi_453]

Rabu, 29 Mei 2013

Pemanasan



Bismillahirahmanirahim..
Well, cukup untuk saya katakan miris untuk saya sendiri, banyak hal saya pernah bagi ke banyak orang tapi saya sendiri tidak melakukannya, cih.
Banyak hal, tapi yang bisa saya ungkap disini adalah hal tulis menulis, ternyata dari postingan blog saya  terlihat fakta dari  postingan terakhir hingga sekarang cukup menunjukkan bahwa ini sudah terlalu lama vakum untuk tidak menulis.
Miris, ketika membuka memori pada saat menjabat menjadi ketua klub jurnalistik SMA, saya paling rajin cuap-cuap, yang intinya “Jangan berhenti menulis, karena dalam hal apapun menulis itu sangatlah penting, terus menulis dan jangan remehkan menulis”.
Ya jujur aja banyak hal yang terjadi yang membuat saya berhenti menulis, tapi itu semua sebenarnya bukanlah alasan yang cukup untuk berhenti menulis, itu yang buat mengatakan diri saya sendiri miris.
Padahal blog saya pernah terkenal dengan konspirasinya hehe.
(TERKENAL? PEDE BANGET NIH SI PENULIS)

Rabu, 27 Maret 2013

When..

                                             This is the situation when studying hard..







Biology Book
My Journal Book
National Geographic Magazine (When Bored -_-..)
My Red Diary..

Honestly, I just read a National Geographic.. :p

Oh, Wait ..





And sleppy Cat in bed, this is the one thing can make me smile..

(Belajar Nulis Bahasa Inggris)

Minggu, 17 Februari 2013

In The Last Three Year's



Memorizing

Hey people, minggu ke-3 ini saya tumben pulang ke bandung, yah akibatnya saya bolos sekolah di hari pertama yang disebut “monster day”, yap hari senin.
Nah, dirumah, saya sedikit menjauhi buku pelajaran, saya mencari harta karun di rumah, yaitu majalah National Geographic koleksi ayah saya, maklum ayah saya bisa saya bilang tukang baca yang sangat tulen, buku banyak, saking banyaknya ada berapa peti dan kotak-kotak, dan saya harus mencari di peti dan kotak-kotak tersebut, karena majalah National Geographic termasuk koleksi lama ayah.
Sekian lama mencari, akhirnya majalah usang tapi berharga menurut saya ditemukan, 3 majalah National Geographic dengan bahasa inggris, akan tetapi pencarian saya tiba-tiba berlanjut, mencari sesuatu yang bisa mengingat kita ke masa lalu, yap foto-foto kronologi keluarga saya, bener-bener kesenangan pribadi bisa menemukan itu, dan setelah nemuin itu saya langsung ngeluarin pacar saya, maksudnya kamera kesayangan saya, dan akhirnya saya memotret sesuatu yang sudah di potret, memperkuat kenangan yang sudah dikenang. Haha.
Tapi demi apapun malam ini berasa special bagi saya pribadi, sekaligus motivasi yang buat hati tenang dan sedikit kalem.

Nih ada beberapa foto yang bakal gua sharing, buat apa? Ya biarin pengen aja.. hehe.







                                              My Mother and Me





                                                 Ini Umi pas belum nikah...







                                        My Father, Me, and My Mother








                                             Me.. hehe

Karena kenangan dan masa lalu lah salah satu alasan kita hidup...

                                                              [Atsumichi_453]


Rabu, 13 Februari 2013

Bismillah...

          Jujur, udah terlalu lama saya tidak menulis, saya pun bingung, postingan yang sekarang saya buat pun, mungkin hanya untuk mengisi kekosongan aja, walaupun dari dulu banyak yang bisa ingin dituliskan, ratusan kata, bahkan mungkin ribuan kata-kata yang dirangkai menjadi kalimat yang akan menjadi paragraf yang beruntun.
Tapi setiap ingin benar-benar menuangkan isi pikiran tersebut dalam tulisan, yang saya dapat hanya rasa kaku yang sangat kaku, datar, terlalu datar, bahkan beku menurut saya.

          Jujur, banyak sebab saya menjadi merasa seperti ini, mungkin salah satunya atmosfir yang ada di diri saya dan daerah sekitarnya, di masa SMA ini, saya akan menghadapi ujian yang paling tinggi di dunia SMA, yaitu UN, entahlah ada golongan yang menganggap UN ini sebagai "kiamat" apabila tidak bisa melewatinya, termasuk saya sendiri, tapi saya mencoba menghilangkan anggapan "kiamat" itu, inilah yang membuat saya dan keadaan sekitar harus mengubah atmosfir tersebut,  jujur atmosfir yang sangat kaku, lebih kaku dari tulisan saya, tapi tak ada waktu untuk mengeluh memang, sialnya adalah, sampai sekarang nilai saya belum mencukupi, entahlah kurang usaha, kurang belajar, atau kurang-kurang yang lainnya, sering saya beranggapan bahwa saya telah berusaha, tapi selalu saja masih kurang, dan pada akhirnya ketika saya mencoba meningkatkan usaha dan kemampuan disinilah mulai dimana saya sering merasa pusing dan jenuh, sering mungkin stress, tapi apa daya, dan ini yang membuat atmosfir kejenuhan makin tinggi dan kaku.

       Jujur, terkadang melihat teman yang pada faktanya dia pintar, lulus UN kemungkinannya besar, mengenai PTN yang akan nerima dia?, tidak perlu khawatir menurut saya, bahkan mungkin PTN-nya yang membutuhkan dia, dan ketika setiap mereka melihat hasil nilai mereka sendiri, mereka bilang "kecewa", bahkan stress, nah kalo gitu bagaimana dengan saya???, tanda tanya besar dalam diri saya, mereka aja yang segitu kecewa, lah gimana saya, apa mungkin saya harus menangis setiap hari, lalu stress, booking kamar di RSJ Marzuki Mahdi, dan bunuh diri gitu?, tapi tidak, itu hanya akan menjadi menambah masalah, terutama di akhirat, dan sialnya lagi pelajaran menghitung yang ada di UN saya belum menguasai sepenuhnya cih.

Jujur, saya iri melihat kalian, masbro, entahlah.

        Jujur, melihat prospek hidup saya, dan keadaan rasanya begitu tak mungkin untuk mencapainya saya harus bilang apa, saya hanya ingin membanggakan ayah, umi, dan teman-teman, tapi apa daya, saya paling tidak suka dianggap beban, benar-benar tidak suka.
Yang hanya bisa saya lakukan sekarang hanyalah mencoba melewati semua ini, melewati atmosfir kaku ini, dan memandang hidup saya dengan pandang iman dan islam, meski berat.

      Jujur, menulis ini karena saya hanya ingin menulis, menulis dalam kejenuhan itu begitu sulit.

Maaf untuk semuanya.

 
 
 
        

Minggu, 25 November 2012


Yap, angkatan kami SAGACIUS, akhirnya berangkat juga ke negeri orang, Malaysia, program studi komparasi ke Malaysia yang kami perjuangkan dari kelas 2 tengah semester, dengan bantuan Allah SWT, akhirnya terlaksana, kenapa kami bilang berjuang?, yap pergi ke negeri orang pasti tidak gratis kan?, iya yang kami banggakan adalah ini adalah uang kami bukan uang orang tua, ini adalah uang yang kami perjuangkan sendiri, begitulah nilai plus dari program ini dan sebenarnya masih banyak nilai plusnya tapi gak mungkin saya sebutkan satu-persatu.
Haha, beberapa hari sebelum keberangkatan jujur aja, udah gak sabar mau berangkat, maklum orang kampung kayak saya mah kalo ke luar negeri itu adalah hal yang bener-bener fantastik dalam hidup, yang lebih noraknya lagi sehari sebelum berangkat saya bener-bener gak bisa tidur saking pengen berangkat, setiap mau tidur pasti senyum-senyum sendiri sambil goyang-goyang gak jelas gitu, jadi aja gak bisa tidur.
Ok, hari pertama, pertama kali ke bandara internasional Soekarno Hatta, norak abis, ngeliat orang luar negeri itu kayaknya aneh sangat, trus sempet gak mau buka tali pinggang di tempat pemeriksaan, gara-gara ngerasa ribet, dan yang paling menegangkan adalah NAIK PESAWAT, NAIK PESAWATTTT, PESAWATTTT LHOOOO TEMEN-TEMEUNNNDHH, maaf norak.
Iya sebenarnya udah sekitar 3 kali naik pesawat, tapi mungkin itu masih balita, jadi bener-bener gak kerasa, baru kali ini aja naik pesawat kerasa banget, ngerasain turbulensi pertama kali, ngerasain tegangnya take off pertama kali, ngerasain landing pertama kali, dan ngeliat pramugari gerak-gerak tanpa ngomong itu aneh banget.
Sampai di Malaysia, apa yang harus saya katakan adalah, WOW, keren banget, kita mendarat di Kuala Lumpur Internasional Airpot, ada monorail nya lho, beda banget lah sama Negara saya, naik monorail pertama kali rasanya seneng banget, lalu bicara sama orang luar Negeri pake bahasa Inggris asik, dan lucunya pertama kali liat mata uang Ringgit Malaysia rasanya kayak nyimpen uang monopoli.
Nah, di Malaysia kita tinggal di asrama UM (University Malaya), di kolej 10, di kolej 10 ini banyak orang-orang dari negeri lain juga, Korea, Jepang, Inggris, Cina, Indonesia, Dan banyak lagi mungkin, pas liat asramanya itu keren banget lho.
Banyak pengalaman baru yang saya dapetin pada hari pertama di Malaysia, dari yang norak hingga norak banget, pokoknya serba norak lah saya.
Tulisan ini ditulis pada saat hari pertama di Malaysia. [Atsumichi_453]
                                                         Ini anak-anak Cowonya

                                                         Jendela Pesawat @Lion Air


Sabtu, 10 November 2012

11-11-11


11-11-11
“Ye, lu besok setahun ama si Reihan?”, saya jawab “Setahun apaan, lu kira gua homo apa?, kayak pacaran aja”, “kagak bukan itu lu harus memperingati setahun moment lu paling memalukan? Di hukum gendong-gendongan di aula, hahaha” Haidar pun tertawa, saya cengok, dan saya ingat satu memori paling meyesakkan dada.

Kamis, 08 November 2012

Dream...


Lagi persentasi di labkom sekolah depan anak-anak sekelas, bukan saya aja yang persentasi akan tetapi yang lain juga, tema persentasi ditentukan oleh guru TIK saya pak Kodir, akan tetapi dari sekian banyak pilihan  tema yang paling banyak dipersentasikan adalah tema tentang mimpi atu cita-cita.
Ngomong-ngomong tentang cita-cita, di blog ini belum pernah secara resmi saya koar-koar tentang cita-cita saya pribadi, kalo liat dari temen blogger lain, rata-rata udah pada menuliskan cita-cita pribadi sang empu blog, nah sekarang giliran saya, tujuan nuliskan tentang cita-cita, tujuannya bukan narsis tapi biar kita saling mendoakan aja supaya mimpi kita terwujud, mau kan mimpinya terwujud, makanya saling mendoakan dan usaha.

Sabtu, 06 Oktober 2012

Khayal...


Dari sekian banyak hal paling sering kulakukan, ada satu hal yang aneh yang sering kulakukan, konyol memang, tapi aku memang suka melakukan hal ini.
Berkhayal, memasuki dunia imajinasi, apapun hal yang  kuinginkan, apapun yang aku mau, semua akan terlaksana, segalanya terasa mudah, tapi berkhayal berbeda dengan bermimpi, untuk berkhayal kita tidak perlu memikirkan atau berusaha untuk mendapatkan yang kita mau, tapi bermimpi, kita harus berusaha untuk mencapai apapun yang kita impikan, yah bisa dibilang kalau berkhayal memang lebih instan.
Untuk hal berkhayal, aku udah dari kecil maniak berkhayal, apalagi kalau berkhayal soal perang, jangan tanya ampe sekarang juga masih -__-, memang hal ini masih kulakukan, meski rada gga wajar tapi mau gimana lagi.
Banyak hal yang aku khayalkan, kadang berkhayal dari hal-hal yang bersifat fantasi hingga nyata, ya contoh aja ni, kalau abis nonton bleach, atau film anime yang keren, langsung pura-pura megang pedang atau apapun dan berkhayal menjadi tokoh utamanya hahaha.
Dan kadang kalau abis nonton film yang sifatnya bukan kartun, langsung ngayal aja, kalo dulu pas kecil lebih suka jadi Spiderman, kalo nggak jadi Superman, tapi sekarang lebih suka ngayal jadi agen sehebat Jason Bourne, haha, kadang pas jadi ngayal jadi agen hebat dan tak terkalahkan, suka buat cerita sendiri, dan khayalan yang aku buat nyelametin si “Dia”, Happy ending aja.. hahahaha
Tapi ada juga khayalan yang sering buat sakit hati, dan terkadang kalau abis ngayal, sering kehilangan diri sendiri, yap berkhayal jadi orang lain, terkadang ngayal jadi temen yang emang perfect dan kita jadi dia, pinter segalanya, ganteng, punya semuanya, atau apapun, liat temen abis menang lomba kimia, kadang ngayal jadi dia, persentasi tentang penelitian, didukung ama si “dia” pake tulisan dikertas, ampe photo-photo, “go …” haha, yang bikin sakit hati adalah, ketika aku sadar dari khayalan, dan liat diri sendiri ternyata jauh banget, ah langsung galau seketika.
Ngehayal jadi orang lain itu asik tapi nyesek.
Tapi dari banyak hal yang asik, menurutku berkhayal itu asik. [Atsumichi_453].


Sabtu, 22 September 2012

"Tetap, untuk sekarang hanya doa untukmu, tidak lebih, tidak lebih, dan percaya pada keputusanMu ya Rab, karena hamba sangat mengetahui, dan sangat yakin Engkau akan memberikan yang terbaik untuk hambanya"
                                                                                                                 -Atsumichi_453-

                                                                                                                   @Buitenzorg City
                                                                                                                    22 September 2012

Selasa, 18 September 2012

SimSimi Says...


Kalian tahu SimSimi.com?, saya yang sedikit gaptek tentang aplikasi, hari ini ketemu ama aplikasi yang ada di SimSimi.com, Simsimi.com ini menyediakan aplikasi yaitu “Chatting Robot Simsimi”, dimana kita bisa chat dengan aplikasi itu, yang menjawab aplikasi kita itu bukan manusia, melainkan “Robot Chatting” yang dapat menjawab apapun pertanyaan kita, omongan kita bisa nyambung lho ama aplikasi ini, walaupun kadang-kadang ngawur, tapi seru lah kalo chat sama Simsimi.
                Saya sedikit iseng nanya ke Simsimi, pertanyaan saya sederhana cuman “Khilafah ??”, dan Simsimi Jawab: 

“A system that will give true justice to the whole of mankind. Where God has sovereignty. Where people are given their rights.”
                                                                                                                -SimSimi Robot Chatting-
Artinya:
“Sebuah sistem yang akan memberikan keadilan yang sejati bagi seluruh umat manusia. Dimana Allah memiliki kedaulatan. Dimana orang yang diberi hak-hak mereka.”
                                                                                                                -Simsimi Robot Chatting-
Saya sedikit kaget ama jawabannya, tapi subhanallah, SimSimi aja yang bukan manusia sadar apa arti khilafah?, Kenapa manusia ada yang tidak sadar?? [Atsumichi_453]


Now, i Know how that feel..


10 menit sebelum berakhir pelajaran bidang biologi yang cukup membuat pusing, saya dapet kesempatan untuk menjelaskan ulang penjelasan pelajaran biologi yang diajarkan di hari sebelumnya, menjelaskan depan temen-temen kelas, saya pun tanpa basa-basi langsung kedepan dan berlagak seperti guru biologi yang lihai.
Setelah selesai menjelaskan, saya langsung mendapatkan beberapa hal yang menurut saya penting, dan saya selalu mengabaikan hal tersebut.
Bab proses Katabolisme pada Protein, Polisakarida, dan Lemak, memang sedikit membuat pusing, bu Dwi, guru mata pelajaran biologi yang mejelaskannya pun mengakui bahwa bu Dwi harus merangkum materi dari 23 halaman menjadi beberapa bagan sederhana dengan bahasa yang lebih gampang dimengerti pun perlu waktu 1 minggu hingga 2 minggu, alhasil anak-anak yang mendengarkan penjelasan tersebut merasa bahwa otak kita “konslet”.